19 August 2017

“‘Sekai wa konna ni suteki da yo’tte hoete mitai.”

Di musim panas 2017 terbilang adalah musim yang agak sepi; tidak banyak anime-anime yang menonjol selain anime adaptasi dari material sumber yang memiliki profil tinggi seperti Made in Abyss atau anime remake dari hit 20 tahun lalu—Mahoujin Guruguru. Namun dengan nama yang sudah besar, anime-anime tadi tidak sesuai dengan hadapan yang diberikan. Di antara semuanya, satu anime yang bagi saya lewat di bawah radar akibat performa episode awalnya yang terlalu menjurus.

Anime yang saya maksud adalah Tenshi no 3P.

Continue reading »
fsc©2012-2017
ΛnssenVerse 0.9ε by fsc