26 August 2017

HAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHAH THAT LIGHT AHHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAAHAHAHAHAHAHAHHA THAT RYUK AHAAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHAHAHAHAHHAHAAHAH AAHAHAHAHAHHAH THAT WESTERNIZATION AHAHAHAHAHHAHAHAHAHAHAHAAHAHAHHAHAHAHAHAHAH THAT ENDING

Continue reading »
19 August 2017

“‘Sekai wa konna ni suteki da yo’tte hoete mitai.”

Di musim panas 2017 terbilang adalah musim yang agak sepi; tidak banyak anime-anime yang menonjol selain anime adaptasi dari material sumber yang memiliki profil tinggi seperti Made in Abyss atau anime remake dari hit 20 tahun lalu—Mahoujin Guruguru. Namun dengan nama yang sudah besar, anime-anime tadi tidak sesuai dengan hadapan yang diberikan. Di antara semuanya, satu anime yang bagi saya lewat di bawah radar akibat performa episode awalnya yang terlalu menjurus.

Anime yang saya maksud adalah Tenshi no 3P.

Continue reading »
21 May 2017

Masa sekolah adalah masa-masa di mana kita melakukan kesalahan, di mana dari proses kesalahan tersebut kita belajar untuk tidak membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya–proses ini disebut sebagai belajar dengan jalan keras, yang mana juga adalah proses belajar dengan tingkat katarsis paling dalam. Pelajaran yang didapat dari proses ini tidak terdaftar dalam registrasi proses memori, melainkan terdaftar secara emosional, membentuk persona kita menjadi siapa kita sekarang. Inilah yang dialami Ishida Shouya di Koe no Katachi—The Shape of Voice—karya Yoshitoki Ooima.

SPOILER ALERT!

Continue reading »
fsc©2012-2017
ΛnssenVerse 0.9ε by fsc