Wattpad, bagi orang awam adalah sebuah sosial media yang tujuan utamanya adalah berbagi karya tulis. Namun bagi industri penerbitan Indonesia adalah petri dish untuk melakukan tes akan marketabilitas sebuah karya tulis, terutama novel. Maka dari itu, tidak jarang ditemukan beredarnya novel-novel dengan label “telah dibaca [angka besar] kali di Wattpad”. Yang menjadi masalah adalah angka tersebut dilihat oleh pembeli seakan menjadi jaminan akan kualitas isi novel bersangkutan.

Oleh calon penulis, Wattpad bisa digunakan sebagai media pembangunan fanbasepasar demi menciptakan angka potensi penjualan yang bisa dipresentasikan dan menjadi jaminan pada penerbit untuk bisa melontarkan karya tulisnya ke pasar arus tengah. Namun calon penulis dalam konteks ini punya arti yang luas menjadi “siapa saja,” dan karena itulah ada beberapa masalah-masalah yang menciptakan efek domino yang membuat Wattpad menjadi... broken.

  1. Angka telah dibaca oleh bisa dipompa.
  2. Apa yang mendefinisikan seorang penulis di Wattpad bagi pembacanya? Karyanya? Itu kalau si penulis sudah lumayan cukup dikenal. Bagi penulis yang belum memiliki identitas atas karyanya, pembaca Wattpad Indonesia akan menilai dari seberapa banyak orang yang mengamati penulis ini secara tidak sadar.

    Calon penulis yang baru memulai langkah pertamanya di Wattpad akan langsung menemukan bahwa persaingan di Wattpad sudah amat sangat ketat. Oleh karena itu, bagi mereka hanya menulis cerita dan mempercayakan perkembangan fanbase(pasar)nya pada pembaca tidak akan cukup. Di titik ini, calon penulis akan mulai mengemis pada calon penulis lain untuk membantu perkembangan fanbase(pasar)nya. Biasanya dengan motif, “follow Wattpad saya dan saya akan follow balik” dan penulis yang lain akan membantu. Mereka tidak melihat adanya kerugian apa-apa di sini, karena bagi mereka mereka tidak kehilangan apa-apa. Sama seperti mencontek saat ujian, kebanyakan dari mereka memandang tindakan ini sebagai solidaritas sesama Wattpadders.

    Sebagai seorang web-developer, sudah menjadi bagian tugas saya untuk membongkar algoritma website lain untuk menciptakan pengalaman pengguna yang membuat pengguna terus menggunakan website saya. Dari pengamatan saya, Wattpad menggunakan algoritma sederhana berdasarkan aktifitas pengguna untuk menggolongkan pengguna tersebut ke dalam dua kategori; pembaca dan penulis.

    Pembaca digolongkan oleh seberapa banyak cerita yang terdata telah dibaca olehnya, seberapa banyak cerita yang diikutinya, serta seberapa banyak pengguna dari golongan penulis yang diikutinya. Golongan penulis adalah sebaliknya; pengguna yang semakin banyak membuat karya akan dihitung sebagai penulis. Perhitungannya tidak pasti, namun demikian 'lah sederhananya.

    Untungnya, tidak seperti Youtube, Wattpad tidak akan menyarankan pengguna untuk mengikuti penulis lain. Wattpad hanya akan menyarankan pengguna penulis lain berdasarkan karyanya. Sebutlah pembaca Agung mengikuti penulis Budi yang mengikuti penulis Chandra. Agung akan melihat karya Chandra dalam rekomendasinya, karena bagi Wattpad, jika ada penulis yang mengikuti penulis lain, berarti penulis yang diikuti penulis tersebut adalah orang spesial; kedudukan penulis lebih tinggi daripada pembaca.

    Ibaratnya, jika pengguna Angga adalah pengguna yang diikuti 10 pengguna; 6 orang pembaca dan 4 orang penulis, maka Angga adalah pengguna yang bernilai—kira-kira—14. 6 pembaca dihitung masing-masing satu, namun 4 penulis dihitung masing-masing dua.

    Nah, semakin tinggi nilai pengguna, semakin besar kemungkinannya pengguna ini direkomendasikan oleh Wattpad pada pengguna lain.

    Bagi saya, ini adalah tindakan pengguna yang paling merusak sekaligus menjadi akar dari segala masalah komunitas Wattpad di Indonesia. Tidak sedikit pengguna Wattpad yang membuat sebuah lingkaran di mana mereka bisa meminta jasa ini pada penulis lain. Namun tujuannya tidak berhenti sampai di sana—tapi ini bahasan untuk lain waktu.

    Di website berbagi cerita yang saya kembangkan, saya menerapkan sistem user hanya bisa mengikuti cerita dan bukan user lain adalah agar pengguna tidak bisa berbuat curang lewat cara ini.

  3. Angka telah dibaca oleh cenderung meningkat secara exponensial.
  4. Oke, sebutlah saya adalah calon penulis di Wattpad. Saya sudah meminta penulis lain untuk mem-follow saya sehingga kedudukan penulis saya jadi lebih tinggi daripada seharusnya. Pembaca mulai memandang saya sebagai orang yang memiliki identitas berdasarkan jumlah pengikut. Mereka mulai membaca karya saya, meningkatkan angka telah dibaca oleh-nya. Tiba-tiba, cerita saya dipromosikan sebagai cerita populer di Wattpad, di mana dengan status ini perkembangan angka telah dibaca oleh-nya menjadi semakin cepat.

    Sisi ini harus kita bahas secara psikologi. Mental bangsa Indonesia—terutama netizennya—amatlah rentan pada Bandwagon Effect. Saat mereka menemukan sebuah kerumunan, mereka cenderung ikut mendekat untuk mencari tahu, “ada apa ini ramai-ramai?!” dan membuat kerumunan semakin besar. Nah, efek yang sama terjadi di sini. Saat pembaca Wattpad Indonesia menemukan cerita yang sedang populer, mereka sudah menganggap popularitas tersebut sebagai jaminan kalau cerita yang akan mereka baca sudah pasti bagus—karena banyak yang membaca.

    Di titik ini, tergantung dari standar pembaca yang berbeda-beda, pembaca akan memberi respons; entah setuju atau tidak setuju dengan apa yang mereka temukan. Namun dengan memberi respon ini, pengguna secara tidak sadar telah meningkatkan angka telah dibaca oleh dari cerita tersebut. Padahal bisa saja sebagian dari respons yang diberikan mengungkapkan kekecewaan yang sesungguhnya telah menurunkan kualitas objektif si cerita. Nah, ungkapan-ungkapan ini tidak dihiraukan oleh Wattpad; selama pengguna mengunjungi cerita, kunjungannya tetap dihitung sebagai angka telah dibaca oleh.

  5. Pembaca sudah puas dengan kualitas cerita yang diberikan selama cerita sesuai dengan selera mereka.
  6. Apa yang bisa diharapkan dari negara dengan pengguna Internet tertinggi ketiga di Dunia sekaligus negara dengan minat baca terendah di ASEAN? Standar bacaan yang rendah, tentunya! Seperti yang sudah saya tekankan, Wattpad adalah media berbagi cerita yang bisa dipakai siapa saja. Ini juga berarti pembaca-pembaca yang mencari hiburan singkat dengan standar yang... eh. Masalah di sini adalah penulis mengikuti keinginan mereka untuk menciptakan angka telah dibaca oleh dengan mudah. Tapi apa salah? Tidak juga, namun secara hukum pasar, tindakan ini seharusnya diimbangi dengan pencampuran apa yang dicari konsumen dan usaha menjaga kualitasnya. Sayangnya, ini diabaikan. Hasilnya, kualitas cerita di Wattpad—dan cerita yang diambil oleh penerbit untuk diterbitkan ke pasar arus tengah—semakin turun dari waktu ke waktu.

    Selama bisa menjadi, penambah angka telah dibaca oleh-nya, penulis Wattpad tidak ragu ataupun malu untuk mengikuti demografi yang bisa mereka puaskan.

  7. Passion calon penulis dibahanbakari oleh angka telah dibaca oleh ini.
  8. Setelah membaca analisa ini, tentunya kalian akan berpikir, “wah, mudah sekali jadi terkenal di Wattpad,” kan? Tidak akan sulit untuk menembus industri sastra Indonesia lewat Wattpad yang mudah dicurangi, apalagi setelah saya bongkar rahasianya. Namun, bagi kalian yang berpikir seperti itu, saya harus bilang, bahwa kalian 'lah masalahnya. Begitu sampai di titik ini, sudah terlambat untuk berubah. Bibit-bibit penulis masa depan sudah terlanjur berpikir bahwa tanpa kecakapan mumpuni dalam dunia storytelling, selama mereka bisa membangun sebuah fanbasepasar di Wattpad mereka sudah bisa mengikuti jejak Dee Lestari. Bagi orang yang paham dengan industri literasi Indonesia—baik penulis, pembaca, bahkan penerbit—Wattpad sudah lekat dengan stigma “penelur cerita sampah tapi bisa dijual kembali pada pembuangnya.”

    Saat saya mempresentasikan butir-butir ini pada pengguna Wattpad, kebanyakan dari mereka hanya membela diri dengan menyebut bahwa Wattpad juga digunakan secara sama di negara lain. Dan itu memang benar. Namun, di negara-negara yang sukses dalam menggunakan Wattpad sebagai kompas industrinya, praktik-praktik curang di atas tidak hanya enggan dilakukan penulisnya, bahkan mereka mengecam tindakan semacam ini. Saya mulai jadi pengguna Wattpad pada Agustus 2008—nyaris 10 tahun lalu—dan saya pernah mengalami kecaman ini saat saya masih jadi penulis naif. Begitu saya mengusulkan untuk mencurangi Wattpad di salah satu lingkaran penulis Wattpad internasional—bukan Indonesia—saya mendapat ancaman infraksi serius. Ini adalah karena mereka peduli pada arah ke mana komunitas yang memiliki potensi besar ini berkembang.

    Sistem komunitas Wattpad internasional pun sama seperti kita, tidak ada sentralisasi, namun semuanya menjunjung etika yang sama. Kita kapan?

  9. Wattpad adalah media analisa marketting produk literasi berdasarkan statistik, BUKAN konteks.
  10. Mohon dicatat bahwa Wattpad hanya bisa menghasilkan data analisa potensi cerita secara statistik, itu pun hanya dari satu sisi. Mengingat status statistiknya yang abu-abu, angka telah dibaca oleh sama sekali tidak bisa dijadikan patokan kualitas sebuah karya tulis. Namun sayangnya, di industri literasi yang materi-sentris, sepertinya saya tidak mungkin mengguncang para penerbit agar meninggalkan label “telah dibaca sekian kali” sebagai bahan promosinya karena memang hanya itu yang bisa dipakai untuk menjual si cerita. Namun saya percaya saya bisa menanamkan paham ini pada penulis dan pembaca. Garisbawahi bahwa Wattpad hanya bisa mencatat seberapa besar perhatian yang bisa ditarik sebuah cerita, namun Wattpad tidak bisa memberikan nilai subjektif maupun objektif padanya.

    Wattpad menunjuk beberapa perwakilan dari Indonesia sebagai Ambassador yang seharusnya memiliki tugas untuk menjaga kualitas komunitas Wattpad di Indonesia. Tapi, dari pengamatan saya... mereka seperti tidak peduli. Mereka hanya menjadi Ambassador agar mereka mendapat spotlight khusus di komunitas ini. Mungkin hanya prejudice, tapi entahlah.

Setelah membaca artikel ini, mungkin ada yang ingin membela diri dengan mengatakan bahwa tidak semua cerita di Wattpad itu jelek. Memang tidak, saya tidak pernah berkata demikian. Namun inti dari semua poin saya adalah sangat mudah untuk mencurangi Wattpad sehingga keberadaan cerita-cerita yang bagus tergerhanai oleh cerita-cerita yang memasukkan diri lewat jalan pintas.

Memperbaiki Wattpad memang tidak mungkin selama kita bukan orang yang berhubungan dengan Wattpad itu sendiri. Namun yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki komunitasnya di Indonesia. Hey, just my two cents.

fsc©2012-2017
ΛnssenVerse 0.9ε by fsc