17 August 2017

16 Agustus 2017

Distrik barat, Batam

22.48

Suara sorak-sorai mengiringi letupan-letupan kembang api yang dibakar rakyat yang tengah merayakan malam menuju hari jadi kemerdekaan tanah air mereka. Gejolak riuh ini mengguncang bumi dan mewarnai langit. Mengabaikan segala riuh perayaan di kota ini, seorang pria tengah melakukan persiapan berbahaya di kamar mewah sebuah hotel bintang tiga.

Di kamarnya, seorang pria berambut pendek dengan profil wajah setengah melesung tengah mengisi magasin sepasang pucuk pistol selundupannya. Sesiapnya kedua pistol miliknya, sang pria melanjutkan persiapan dengan mengasah pisau komando miliknya.

Setelah puas dengan kesiapan peralatannya, ia merebahkan diri mereka ke sofa yang tersedia di ruangan tempatnya menetap. Di hadapannya, terdapat sebuah map kulit berisi berkas-berkas data hasil susunannya dari berbagai sumber. Sambil meminum jus apel yang tertuang di sebuah gelas tumbler, ia membaca ulang isinya.

Continue reading »
11 July 2017

Meski penasaran, aku masih tidak menunjukkan ekspresi apa-apa kecuali lirikan malas ke arahnya. Meski demikian, aku tidak bisa bilang aku senang aku sedang bersama seseorang yang masih dalam lingkaran Einhorn.

“Aku tidak berharap kau senang atau apa. Tapi untuk saat ini, aku hanya berharap kau bisa menjaga dirimu sendiri.”

“...”

“Tidak banyak bicara, ya? Terserahlah, yang penting kau senang. Aku akan sibuk selama beberapa hari ke depan. Lagipula kita tidak punya waktu bicara. Aku harus berada di tempat lain dalam satu jam. Akan kubawakan makanan lagi begitu aku kembali. Semoga aku tidak harus terus melihatmu seperti ini,” ujarnya seraya berdiri, “sampai nanti.”

Continue reading »
05 July 2017

27 Juni 2010

Di sekitar laut Andaman

23.28

Kali ini aku kira aku benar-benar sudah mati. Tapi lagi, menyadari aku bisa memikirkannya, aku tahu kalau aku masih hidup. Aku hanya terperangkap dalam ruang alam bawah sadarku, seperti biasa.

Continue reading »
21 May 2017

Masa sekolah adalah masa-masa di mana kita melakukan kesalahan, di mana dari proses kesalahan tersebut kita belajar untuk tidak membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya–proses ini disebut sebagai belajar dengan jalan keras, yang mana juga adalah proses belajar dengan tingkat katarsis paling dalam. Pelajaran yang didapat dari proses ini tidak terdaftar dalam registrasi proses memori, melainkan terdaftar secara emosional, membentuk persona kita menjadi siapa kita sekarang. Inilah yang dialami Ishida Shouya di Koe no Katachi—The Shape of Voice—karya Yoshitoki Ooima.

SPOILER ALERT!

Continue reading »
19 December 2016

Baik. Tuan Frost, ya.

“Tidak usah terlalu sopan, panggil saja saya Arthur.”

Baiklah, Arthur. Saya dengar Anda mewakilkan kunjungan Doktor Einhorn?

“Tepat.”

Saya tidak menyangka kunjungan Anda akan secepat ini. Habisnya baru satu minggu sejak kunjungan terakhir Doktor Einhorn.

“Saya bukan dia. Dan saya juga tidak di sini hanya untuk memantau perkembanganmu. Tugasku lebih dari itu. Saya di sini untuk memastikan bahwa kau siap untuk Phase#2.”

Continue reading »
17 November 2016
11 October 2016

“Shaun!!”

Red berlari ke pagar pembatas untuk melihat titik di mana tubuh Shaun jatuh. Sementara itu rekannya tidak bergeming dari tempatnya mendarat. Mereka berdua berdiri mematung selama beberapa saat sebelum Red berbalik dan menatapku.

“Osco! Tangkap dia!”

Continue reading »
18 September 2016

27 Juni 2010

Di luar apartemen Yuumi

09.50

Terkadang, aku berharap menjadi burung. Melihat mereka terbang di langit dan kemampuan mereka mencapai tempat apapun yang mereka inginkan membuatku iri. Namun lagi, insting mereka terkurung oleh hukum alam. Mereka tidak sebebas yang kuduga. Dan saat itulah aku sadar, bahwa apa yang sejatinya aku inginkan adalah kebebasan.

Continue reading »
18 March 2016

Agustus 2009, Alisa sudah menanti di Praha. Dari catatan perjalanannya, semestinya Damone kembali ke Praha minggu ini. Alisa mengambil inisiatif jauh haru sebelum minggu yang diduga adalah minggu kedatangannya tiba dengan melakukan referensi silang di catatan properti umum dengan nama Damone. Entah tidak beruntung atau informasi yang kurang, ia tidak menemukan apa-apa dengan cara ini.

Setelah mencoba beberapa minggu, dia lalu mengganti cara; dengan mencegat Damone di bandar udara. Di minggu yang ditentukan, ia berdandan formal seperti sekretais dan berdiri sepanjang hari di gerbang kedatangan memegang tanda chauffeur bertuliskan “D. Snyder.” Rencananya adalah menunggu sampai seseorang dengan nama seperti itu menghampirinya.

Continue reading »
09 January 2016

26 Juni 2010

Persembunyian Alisa

10.29

Tidak ada suara lain yang menembus ke dalam tempat ini, bahkan suara hiruk-pikuk pelabuhan Istanbul yang ramai nyaris tidak terdengar di sini. Yang bisa terdengar hanyalah suara letupan listrik dan suara satu sama lain. Cukup mengejutkan bagaimana cerita Alisa bisa membuat Ferno tetap tertarik, bahkan suasana ruang bawah tanah yang somber ini tidak membuatnya mengantuk.

Continue reading »
15 December 2015

Pria yang Claudia sebut dengan nama Elric tidak tampak ramah. Alisa hanya bisa menonton mereka saling bertatapan selama beberapa saat.

“Sedang apa kau di sini?” tanya Elric memecah keheningan.

“Langsung ke pokok masalah, ya? Aku butuh bantuanmu.”

“Bantuan? Dariku? Sudah bukan jamannya aku bertarung.”

“Aku tahu, aku juga tidak akan minta kalau aku kira kau tidak sanggup.”

“Apapun permintaanmu, jawabanku masih tidak. Lebih baik kalian pulang.”

Continue reading »
28 November 2015

26 Juni 2010

Persembunyian Alisa

10.11

Untuk beberapa detik, kesunyian menguasai suasana. Yang ada hanya suara statik listrik yang mendayai penerangan ruang bawah tanah gudang ini, menciptakan suasana melankoli yang nyaris membuat kantuk. Entah mengapa kehampaan ini menjadi terasa berat, seakan tidak tertahankan, Alisa mulai bercerita. Sebuah kisah dari saat-saat segalanya masih sederhana; dari saat dia masih puas dengan dunia yang terbatas dengan penglihatannya.

Continue reading »
27 October 2015

Aku buka mataku dengan kejutan. Aku sempat mengira indra penglihatanku tidak bekerja hingga aku menyadari kalau aku memang berada di tempat gelap. Mataku mulai membiasakan diri dengan spektrum cahaya yang noneksisten dalam kegelapan. Aku tahu langit-langit itu, langit-langit itu adalah langit-langit kamar hotel tempatku menginap.

Seakan terkena jet-lag, kepalaku dipenuhi pertanyaan; Apa yang sudah terjadi padaku? Berapa lama aku sudah tidak sadarkan diri? Kebanyakan dari pertanyaan itu bisa kujawab sendiri hanya dengan mengingat apa yang sudah kualami dan melihat ke sekitar.

Aku tidak bisa ingat apa, tapi aku merasa seperti sudah mengimpikan sesuatu yang indah, sesuatu tentang dirinya; sesuatu tentang Alisa.

Continue reading »
30 July 2015

26 Juni 2010

Selatan Istanbul

Lewat tengah malam

[Untuk bisa mempertanyakan kematian adalah arti kehidupan.]

Seseorang pernah mengatakan itu padaku. Aku tidak bisa ingat siapa, namun mengingat kata-kata itu membuatku yakin kalau aku belum musnah. Aku hanya berenang di antara sisa-sisa alam bawah sadarku. Sudah beberapa jam berlalu sejak aku mulai mengimpikan masa laluku. Sementara aku tahu kalau aku sudah tidak sadarkan diri selama beberapa jam, dalam mimpiku, sudah beberapa minggu sejak aku bertemu Alycia.

Continue reading »
31 May 2015

Sekali lagi kegelapan mengalahkanku, namun seperti biasa kemenangannya hanya sementara. Untuk sesaat ketika aku menutup mataku, aku kira aku sudah mati, Namun belum. Aku hanya terlempar ke dalam ketidaksadaran—aku rasa aku tidak akan menyadarinya jika aku sudah tidak hidup.

Aku masih bisa sedikit mengingat alasan aku berada di sini. Alasan-alasan itu membuatku mempertanyakan beberapa hal.

Continue reading »
16 May 2015

25 June 2010

Strand Garden Motel, kota bawah Istanbul

17.58

Ketidaksabaran memicu banyak hal; meningkatnya kecepatan bernafas, naiknya kecepatan detak jantung, impuls yang muncul dari antisipasi. Namun ketidaksabaran sendiri hanyalah katalis, penantian ‘lah penyebabnya.

Penantian ini membuatku menyadari banyak hal. Contohnya aku gagal menyadari kalau sejak kemarin kantung mata sudah membentuk di bawah kelopak mataku.

Continue reading »
fsc©2012-2017
ΛnssenVerse 0.9ε by fsc